2 Hari 1 Malam Travelling ke Singapura

March 05, 2018


Travelling tak melulu diisi dengan hal-hal yang mewah dan mahal. Meski bagi sebagian orang travelling terkesan sebagai bagian dari kemewahan, namun tidak menyurutkan langkah gue untuk melancong. Well, dengan persiapan yang cukup, gue bertolak ke Singapura, yang notabene merupakan Kota Termahal di dunia menurut Economist Intelligence Unit (baca selengkapnya: 10 Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Singapura).

Berhubung Singapura letaknya tidak terlalu jauh dengan Indonesia, rasanya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk penerbangan. Jadi, gue hanya menghabiskan 2 hari 1 malam saja di negara tersebut. Bagi lo yang ga punya banyak waktu terutama yang cuti kantornya sudah menipis, cukup manfaatkan waktu weekend tanpa perlu cuti panjang.

Simak perjalanan gue selama 2 Hari 1 Malam di Singapura!

Gue berangkat dari Jakarta, Jumat malam pada tanggal 5 Januari 2018 bersama suami. Kami sengaja memilih penerbangan malam agar tidak perlu mengambil cuti kantor, jadi sepulang kantor bisa langsung menuju bandara. Alasan lainnya karena mendapatkan tiket promo Jakarta - Singapura IDR 349.000/orang tanpa bagasi (hanya bagasi kabin 7 kg), yang kami pesan secara online melalui situs pembelian tiket.

Pukul 23:35 kami tiba di Changi Airport Singapura, kami pun bergegas ke bagian imigrasi yang para petugasnya terkenal galak-galak dengan mimik wajah datar, dingin kayak sipir penjara LOL! Tapi sebelum bertemu mereka, kami harus mengisi kartu kedatangan terlebih dahulu. Pastikan mengisi data dengan benar guys! Kesalahan pengisian kartu bisa repot urusannya karena dianggap memberikan informasi yang salah dan akan memperlambat proses pengecekan di imigrasi.

Tanpa banyak pertanyaan, passport kami pun di stempel dan kami langsung menuju pintu keluar Arrival Hall Terminal 1 melewati pintu no baggage claim. Berhubung hari sudah larut malam dan tidak memungkinkan menuju pusat kota, kami memilih menginap di bandara. Di Terminal 1 ini ada banyak tempat duduk berjejer yang bisa digunakan untuk istirahat. Melihat sekeliling, suasananya cukup ramai orang yang lalu lalang dan sebagian besar kursi sudah penuh. Kami menemukan kursi kosong dipojokan samping lift dan berdekatan dengan akses pintu masuk, banyak orang mondar-mandir. Gue dan suami dengan cueknya membuka backpack kami mengambil bekal kentang goreng dan rendang yang dibawa dari Jakarta. Alhamdulillah masih enak, bisa langsung dilahap. Hawa dingin dari AC Sentral bandara sepertinya membuat kami kelaparan. Tanpa pikir panjang dan sepertinya butuh yang anget-anget, gue langsung menyeduh p*p mie yang selalu jadi bekal perjalanan gue. Adanya dispenser air panas gratis yang tersedia di bandara sangat membantu para backpacker kayak gue. Perut kenyang, saatnya tiduuuurr...

Kami pun naik ke lantai 2 mencari spot yang enak buat tiduran. Di lantai 2 ini tempatnya lumayan sepi tapi sayangnya cukup bising karena lagi ada pekerjaan renovasi. Cuek ah... gue dan suami ambil posisi tidur senyamannya aja. Bermodal bantal tiup, jaket dan masker, kami pun terlelap sampe pagi.


Well, udah subuh guys! Pak suami molornya kebangetan, ahahaha. Sebelum memulai Day 1 in Singapore, gue dan suami bebersih dulu di toilet (kaga boleh mandi ya guys di toiletnya! cuci-cuci muka aje di wastafel), maklumlah ya jalan-jalan ngegembel a.k.a backpacker-an gaya kami. Meski lagi jalan-jalan, shalat jangan ditinggal ya. Sekalipun tidak ada mushalla disekitar lo, gelar aja sajadahnya, cari tempat yang agak pojokan, sepi dan yang penting bisa khusyu' buat shalat (maapkan ya Pak Suami, difotoin pas shalat).


Perjalanan kami pun dimulai, singkat cerita inilah yang kami lakukan selama di Singapura:

DAY 1

Nitip Barang di Hostel
Berhubung bawaan backpack kami cukup berat, gue berencana untuk nitip barang di hostel tempat kami menginap nanti malam. Syukurnya gue udah booking kamar sebelum tiba di Singapura, jadi ga perlu repot lagi untuk mencari penginapan. Maklum, loading penginapan di Singapura ketika weekend cukup tinggi, rata-rata hostel backpacker selalu full-booked. Belum lagi mereka pada pasang harga lebih mahal dari hari biasanya. Dari Terminal 1 Changi Airport, kami menuju Terminal 2 dengan menggunakan Sky Train, kemudian dilanjutkan menggunakan MRT menuju pusat kota. Berhubung Kami menginap di 7 Wonders Capsule Hostel yang terletak di Jalan Besar, maka kami  turun di Stasiun Lavender kemudian jalan kaki ke arah Jalan Besar. Setelah nanya sana-sini dan sempat kelewat, ternyata nemu juga ini hostel (lebih baik turun di Stasiun MRT Farrer Park, dekat banget sama hostelnya). Check in hostel dimulai pukul 15:00, jadi kami menitip barang saja, numpang ganti baju, kemudian lanjut explore Singapura.

Beli SIM Card di Little India
Untuk menuju Little India, lo tinggal naik MRT jalur Ungu atau Biru, lalu turun di Litte India Station (NE7/BT4) atau Farrer Park Station (NE8). Kalo gue dan Pak suami memilih jalan kaki dari hostel kami selama 10-15 menit, itung-itung olahraga. Little India adalah perkampungan warga India di Singapura. Disini terdapat berbagai keunikan dan kekhasan dari India mulai dari toko-toko yang menjual beragam pernak-pernik khas India, makanan, pakaian, dupa, emas, bunga-bunga dan masih banyak lagi.

Sebenarnya di Little India juga terdapat resto penjual makanan halal, lo tinggal liat plang nama tokonya aja, ada tulisan halal dan lafadz "Basmallah", biasanya resto makanan halal di Little India adalah milik warga muslim keturunan India, Pakistan atau Bangladesh. Jadi, buat kita yang muslim tidak perlu khawatir. Sayangnya berhubung ini masih pagi, rasanya ga cocok lidah gue untuk makan kari dan sejenisnya. Alhasil Pak suami cuma beli SIM Card lokal doang disini seharga SGD 8, cukup untuk 2 hari di Singapura.


Explore Bugis Street
Melanjutkan perjalanan dari Little India, kami menuju Bugis Street yang lokasinya saling berdekatan sehingga cukup ditempuh dengan jalan kaki. Right! explore Singapura sebagian besar ditempuh dengan jalan kaki atau dengan moda transportasi umum. Disini lo bakal nemuin aneka makanan dan minuman halal serta oleh-oleh dengan harga yang lumayan murah. Untuk 7 buah magnet kulkas bergambar ikon Singapura seharga SGD 10 atau dengan harga segitu, lo juga bisa dapatkan 3 kotak cookies. Sentra oleh-oleh, selain di Bugis Street juga bisa ditemukan di Chinatown. Di hari pertama ini, kami hanya ingin jalan-jalan mengitari Bugis Street tanpa agenda shopping. Palingan hanya sekedar makan siang dan beli jus buah segar disini. Jusnya bikin nagih, enak banget cuma sekitar SGD 1/cup. Lokasi Bugis Street ini bisa ditempuh menggunakan MRT jalur hijau atau biru, kemudian turun di Bugis MRT Station (EW12/BT3). Bugis Street saat ini menjadi lokasi favorit bagi banyak wisatawan, terutama dari Indonesia karena barang-barang yang dijual disini cukup murah. Toko-toko disini buka dari pukul 11:00 - 22:00 waktu setempat.


Shalat di Masjid Sultan
Dari Bugis Street lanjut jalan kaki menuju Masjid Sultan yang ada di Kampong Glam untuk menunaikan Shalat Zuhur. Masjid Sultan ini adalah masjid bersejarah karena merupakan masjid pertama yang didirikan di Singapura. Arsitektur masjidnya sungguh indah. Jalan kaki again...jalan kaki again.


Kembali ke Hostel untuk Mandi dan Istirahat
Pukul 15:00 kami kembali ke hostel setelah capek muter-muter beberapa tempat. Niatnya nanti malem gue dan Pak Suami mau liat pertunjukan gratis "Wonder Full - Light & Water Spectacular" yang ada di Marina Bay Sands. Atraksi ini keren banget berupa laser, efek dan cahaya. Biasanya digelar pada jam 20:00 dan 21:30 waktu Singapura. Jadi, kami harus charge tenaga dulu sebelum lanjut jalan.

Marina Bay Sands
Sesuai rencana, gue dan Pak Suami menuju Marina Bay Sands. Untuk mencapai Marina Bay Sands, lo bisa naik MRT, lalu turun di Stasiun MRT Promenade atau Stasiun MRT Marina Bay, setelah itu lo tinggal jalan kaki saja menuju Marina Bay Sands. Tempat wisata Marina Bay Sands ini terdiri dari 3 buah gedung yang dihubungkan dengan bangunan yang mirip dengan kapal diatasnya. Di dalam Marina Bay Sand terdapat ribuan kamar hotel, ada mall, kasino, teater, restoran, ruang kesenian dan taman. Uniknya setiap malam hari ditempat ini terdapat pertunjukan gratis berupa artraksi laser, efek dan cahaya yakni "Wonder Full - Light & Water Spectacular". Pertunjukan ini keren banget, apalagi jika lo bisa menontonnya sambil bersantai duduk di pelataran depan Mall The Shops at Marina Bay.

Makan Malam Menu Pakistan di Little India
Sepulang dari Marina Bay Sands, kami kembali ke hostel tempat kami menginap. Tapi sayangnya perut udah keroncongan. Karena sudah terlalu capek, rasanya males untuk cari-cari makan, alhasil kami mampir ke Little India lagi untuk makan malam (lokasinya dekat dengan hostel, cuma jalan kaki). Berhubung sudah malam sekitar pukul 23:00 waktu setempat, kami melipir ke resto Pakistan tidak jauh dari Mustafa Centre. Tapi maaf, kami ga sempat foto karena efek laper dan capek. Persisnya bukan resto sih, tempatnya berupa ruko. Tempat makan ini milik muslim, jadi pasti halal guys! Kami dilayani dengan sangat ramah oleh penjualnya dan diberikan porsi besar. Sampe-sampe ga habis. Gue makan seporsi ikan kari, ga tau namanya apa. Yang pasti agak amis. Dan Pak suami makan seporsi bebek yang lagi-lagi kuah kari. Karena memang semua menunya berbumbu kari. Overall lumayanlah rasanya. Bagi traveller Indonesia yang kurang suka dengan paduan rempah yang kuat banget, mungkin ga tertarik dengan menu tersebut. Cita rasa rempah karinya beda dengan yang biasa kita makan di Indonesia. Yah... menurut gue disitulah uniknya travelling, lo bakal mengenal kekhasan dari tiap bangsa. Sehabis makan, kami membeli pisang yang dijual didepan resto ini untuk bekal besok, jika telat sarapan di hostel.

Oh ya di Little India ini juga ada tempat belanja 24 jam yang famous dikalangan traveller. Namanya Mustafa Centre, bisa dibilang ini adalah supermarket serba ada. Soal harga variatif, ada yang murah atau bahkan ada yang lebih mahal. Intinya, kita harus tau harga pasarannya berapa jadi paling tdak bisa memilih barang mana yang harus dibeli. Misal kalau dihitung-hitung beli di Indonesia setoples cokelat Ovomaltine lebih mahal, berarti beli di Mustafa Centre adalah pilihan tepat.


DAY 2

Hari Kedua ini dimulai dengan drama bangun kesiangan jam 10:00 dimana para penghuni kamar sudah check out satu per satu. Gue lupa bilang kalo gue tinggal dengan banyak orang dalam satu kamar (dormitory room) dengan tipe Queen Capsule Mixed Room. Review kamar hotel ini akan gue jelaskan di lain waktu. Takut semua jadwal kami bakal berantakan, kegiatan bersih-bersih dan packing pun kami lakukan dengan super cepat. Jatah sarapan sudah berakhir, untungnya ada pisang yang kami beli semalam. Setelah proses check out selesai, kami kembali menitip barang di hostel ini, free tanpa biaya tambahan.  Kami menuju mini market diseberang hostel untuk membeli sedikit camilan di jalan.

City Square Mall
City Square ini cuma 100 meter dari hostel, berada di Kitchener Road. Ke mall ini hanya untuk satu tujuan yaitu beli sarapan. Keliling cari makanan yang cocok dengan perut. Alhamdulillah nemu nasi lemak yang dijual di booth makanan. Bingung mau duduk dimana karena memang tidak disediakan tempat duduk, kami pun makan di taman di samping City Square. Diliatin banyak orang, mungkin dianggap aneh kali ya makan disitu. Cuek dah!



Universal Studio Singapore
Kami melanjutkan perjalanan ke Universal Studio atau yang lebih dikenal dengan sebutan USS. Lokasi ini terletak di 8 Sentosa Gateway, masuk dalam kawasan RWS (Resorts World Sentosa). Akses menuju ke Universal Studio dapat menggunakan MRT dengan tujuan akhir HarbourFront Station. Dari stasiun, lo bisa liat petunjuk arah menuju Vivo City Mall. Sebenarnya ada 5 Cara Mudah Menuju Universal Studio. Kami memilih naik bis RWS 8 tujuan Resorts World Sentosa di halte depan Vivo City dengan biaya SGD 2.  Setibanya di Universal Studio, kami hanya foto-foto di depan bola dunia, ikon USS. Ga lama memang karena setelah itu kami menuju ke S.E.A Aquarium.


S.E.A Aquarium
S.E.A Aquarium merupakan salah satu dari 10 aquarium terbesar di dunia. Terdapat berbagai jenis ikan, ada ratusan spesies dan lebih dari 100 ribu hewan laut di dalamnya. Tiket masuk S.E.A Aquarium ini sekitar Rp. 315.927 per orang. Gue beli melalui situs online karena harganya lebih murah daripada beli langsung di counter tiket di Singapore.

Pengunjung aquarium ini sebagian besar didominasi oleh keluarga beserta anak-anak. Namun menurut gue ga ada salahnya jika ke Singapura menyempatkan diri ke aquarium raksasa ini. Lo bakal amaze dengan aneka jenis hewan laut yang unikunik berasal dari berbagai perairan di dunia. Jangan lewatkan pertunjukan memberi makan ikan setiap pukul 16:00 waktu setempat.

Puas mengitari aquarium raksasa ini, kami pun harus kembali ke hostel untuk mengambil barang dan melanjutkan perjalanan kami ke negara selanjutnya.



You Might Also Like

0 komentar