Dari Ayam Goreng Kaki Lima Kota Tua Hingga Hembusan Angin Pantai di Utara Jakarta

November 01, 2018


Melipir sedikit ke sisi utara Jakarta, kamu akan menemui destinasi tersohor yang menjadi wisata mainstream warga Jakarta, terutama disaat weekend yakni Kawasan Ancol. Ternyata Ancol tidak hanya populer dikalangan warga Jakarta lho, bahkan para wisatawan dari daerah lain juga kerap menjadikan Ancol sebagai destinasi wajib ketika berkunjung ke Jakarta. Bagaimana tidak, kawasan Ancol menyuguhkan destinasi wisata yang lengkap mulai dari arena bermain yang dikenal dengan sebutan Dunia Fantasi (Dufan), aquarium raksasa, wahana atraksi lumba-lumba, pasar seni yang menyuguhkan puluhan galeri kerajinan seni, wahana outbound, waterpark dan masih banyak lagi.

Favorit saya ke kawasan Ancol adalah menikmati hembusan angin di pinggiran pantai sambil menunggu matahari terbenam hingga meninggalkan semburat merah dilangit. Amboiii...cantiknya. Berhubung bulan Oktober ini sudah memasuki musim penghujan, alhasil langit malu-malu menampakkan keindahannya di sore hari. 


Ancol Lagoon
Sabtu itu, 27 Oktober 2018 saya dan suami nyatanya gagal untuk ngecamp di kaki Gunung Gede Pangrango sebab undangan sahabat saya yang memilih menikah besoknya, pas di Hari Sumpah Pemuda. Destinasi alternatifpun yang dialihkan ke Tanah Abang, juga gagal saya lakoni karena sudah terlalu siang dan ditakutkan tiba di Tanah Abang kesorean.
Alhasil kami memutuskan untuk ke Ancol sajalah, menjauh dari kebisingan kota. Maklum, sebagai pasangan #LDM kami memang butuh waktu yang ala-ala romantic gimana gitu tiapkali bertemu. Hehehe...*just kidding! Padahal mah karena saya anaknya suka kelayapan aja dan bosen kalo weekend bengong dirumah. So, perjalanan ke Ancolpun kami tekadkan dengan bulat. Pertimbangannya yang ga terlalu jauh dari Jakarta namun feel-nya dapet.
Perjalananpun dimulai. Bukan dengan kendaraan pribadi, apalagi driver pribadi. Kami menggunakan transportasi umum dengan biaya yang sangat murah. Nanti akan saya jabarkan biayanya dibawah ini.

Kereta Ps. Minggu - Kota Tua 
Siang itu pukul 12.30 dari kawasan Fatmawati, kami menggunakan angkot KWK 11 berwarna merah menuju stasiun Ps. Minggu, hanya Rp. 6.000 per orang mengingat trayeknya yang panjang. Macetnya rute Fatmawati to Ps. Minggu membuat perjalanan siang itu terasa sangat lama. Tiba di stasiun Ps. Minggu, kami membeli tiket kereta commuter line tujuan stasiun akhir Kota Tua dengan lama perjalanan 45 menit seharga Rp. 3.000 per orang. Tiba di stasiun Kota Tua, perut yang keroncongan ini ga bisa diajak kompromi barang beberapa menit saja. Di area stasiun, terdapat banyak sekali penjual makanan, tinggal pilih mau yang kelas restaurant atau kaki lima. Kami pilih kaki lima dong murah meriah, enak dan kenyang. Tempatnya persis didepan pintu keluar stasiun, dekat BNI'46 lama. Tapi meski kaki lima, jangan lupakan standar kebersihan ya minimal tampilannya lah yang bisa dinilai kasat mata kayak dari tempat makannya yang ga kotor, penampilan penjualnya, dan kebersihan gerobaknya. Makan siang ini hanya Rp. 22.000 per orang (nasi+ayam goreng+lalapan). 
Ayam Goreng Kaki Lima di Kawasan Kota Tua


Jam menunjukkan pukul 15:00 sore dan adzan berkumandang menambah syahdunya suasana sore itu. Kami numpang shalat di masjid belakang BNI'46 sebelum melanjutkan naik kereta ke Ancol. Sore itu kawasan Kota Tua ramai seperti biasanya setiap weekend. Jika kamu ada waktu lebih, ga ada salahnya mampir ke kawasan Kota Tua yang ikonik ini. Ada banyak bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu peninggalan jaman penjajahan kolonial Belanda. Ada Museum Fatahillah, Museum Wayang, Cafe Batavia, Toko Merah, Jembatan Kota Intan, Pelabuhan Sunda Kelapa dan masih banyak lagi.

Berhubung ini sudah sore, saya skip berkeliling Kota Tua. Nanti akan saya ceritakan destinasi Kota Tua yang ikonik itu dalam pembahasan berikutnya.

Kota Tua - Ancol
Terdapat beberapa alternatif menuju Ancol dari Kota Tua. Kamu bisa lanjut menggunakan kereta atau dengan menggunakan angkot. Jika menggunakan angkot, naiklah angkot M15 jurusan Kota Tua - Ancol, biaya Rp. 5.000 per orang turun di gerbang barat, Ancol. Jika menggunakan kereta turun di stasiun Ancol biaya Rp. 3.000 per orang dan lanjut naik angkot M-15 tujuan Kota Tua dengan biaya yang sama yakni Rp. 3.000 per orang turun dekat jalan raya sebrang gerbang barat. Kamu tinggal nyebrang melewati jembatan kayu ke arah gerbang barat. Jika tidak tahu sebaiknya infokan ke supir angkot bahwa tujuanmu adalah Ancol, nanti akan dijelaskan. 
Kereta Menuju Ancol


Jembatan Kayu Menuju Gerbang Barat
Ancol
Tiba di gerbang barat Ancol, kami membayar biaya masuk Rp. 25.000 per orang untuk pejalan kaki. Dan kami langsung menuju bus stop Wara-Wiri, angkutan bus keliling gratis yang disediakan oleh pengelola Ancol. Jadi, kamu ga perlu capek-capek berjalan kaki mengitari kawasan Ancol yang luas banget itu. Ga kebayang, betis bisa meleduk kalo muterin Ancol dengan jalan kaki tanpa bantuan bus Wara-Wiri. Pokoknya da best lah bus ini!

Nah, seperti yang udah saya singgung diatas, tujuan saya adalah Pantai Ancol. Untuk menuju pantai, kamu harus naik bus wara-wiri rute utara dan kamu akan berhenti persis di depan Pantai Ancol. Mudah bukan? Dan pastinya sore itu, saya dan suami sangat menikmati duduk di Pantai Ancol dengan hembusan angin sepoi-sepoi yang menyegarkan ditambah desiran ombak laut tipis-tipis terdengar. Kapa-kapal nelayan yang mengangkut wisatawan berkeliling pun terlihat indah dipandang mata. 
Kapal Nelayan
Diseputaran pantai terdapat banyak spot untuk berfoto, salah satunya beberapa patung light show yang malam itu dijadwalkan tayang pukul 19:00
Patung Light Show Mantra
Menjelang magrib, terdapat atraksi peselancar yang disuguhkan kepada pengunjung tanpa memungut pembayaran. 

Ancol - Stasiun Kota
Rute transportasi ketika pergi juga berlaku untuk pulang. Namun sebaiknya dari gerbang barat langsung naik angkot saja menuju stasiun Kota dengan tarif Rp. 5.000 per orang. Angkot biasanya ngetem pas didepan gerbang barat Ancol. Dari stasiun Kota, kamu tinggal melanjutkan ke tujuan selanjutnya. Bisa naik kereta lagi atau bus Trans Jakarta.
Depan Pintu Pembelian Tiket Stasiun Kota

Detail Biaya
Angkot Fatmawati - Stasiun Ps. Minggu : Rp. 6.000/orang
Kereta Stasiun Ps. Minggu - Kota : Rp. 3.000/orang
Makan Siang di Kota Tua: Rp. 22.000/orang
Kereta Stasiun Kota - Ancol : Rp. 3.000/orang
Angkot M15 Stasiun Ancol - Gerbang Ancol : Rp. 3.000/orang
Tiket Masuk Ancol : Rp. 25.000/orang
Beli Aqua di Ancol: Rp. 5.000/botol (beli 2 botol)
Angkot Ancol - Stasiun Kota: 5.000/orang
Kereta Stasiun Kota - Ps. Minggu: Rp. 3.000/orang
Angkot Stasiun Ps. Minggu - Fatmawati: Rp. 6.000/orang

Total Pengeluaran Saya: Rp. 76.000/orang 
Plus pengeluaran 10.000 untuk 2 botol aqua

Dari Ayam Goreng Kaki Lima Kota Tua Hingga Hembusan Angin Pantai di Utara Jakarta biayanya cuma Rp. 76.000 per orang. Murah bukan? Yukk...sisihkan waktu untuk jalan-jalan. Jalan-jalan itu ga harus mahal shay, yang penting happy. Memang murah itu relatif, tinggal pinter-pinter memaksimalkan budget yang ada aja. Mau kemana lagi kita setelah ini? ikutin yaaa perjalanan kami....


You Might Also Like

2 komentar

  1. Senasib nih #LDM. Kalo ketemu bawaannya pingin kencan sambil jalan2. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...samaan kita mbak Uphiet. Untuk Pak suami tipenya mau diajak kemana-mana ya mbak. Anyway, makasi ya mba udah mampir!

      Delete